Cari Blog Ini

Rabu, 08 Desember 2010

Backup dan Restore Data Dengan EASEUS Todo Backup

Backup dan Restore Data Dengan EASEUS Todo Backup

Komputer dapat membantu kita untuk bekerja dengan cepat dan efisien. Namun, ada banyak hal yang dapat mengganggu kinerja komputer yang kita gunakan. Sebagai contoh, komputer yang kita gunakan dapat saja mengalami system crash ataupun hardware failure secara tiba-tiba. Disaat seperti ini, akan sangat berguna juga kita memiliki backup atas sistem, partisi, dan disk kita, sehingga kita tidak perlu kehilangan seluruh hasil kerja keras kita yang tersimpan dalam komputer yang mengalami crash ataupun hardware failure tersebut.

Memang, kita dapat membuat backup secara manual, tapi ini akan memakan waktu yang cukup lama karena cukup rumit untuk dilakukan. Untuk membuat backup dengan lebih mudah, kita dapat menggunakan EASEUS Todo Backup. Aplikasi gratis ini adalah solusi terbaik untuk melakukan backup dan restore. Aplikasi ini dilengkapi dengan instruction wizards yang detil, yang menyediakan petunjuk penggunaan yang cukup jelas. EASEUS Todo Backup memungkinkan kita untuk membuat backup atas system state, partisi, dan disk kita dengan cepat dan mudah.

Backup dan Restore Data Dengan EASEUS Todo Backup

Selain memberikan kemampuan untuk dengan mudah melakukan restore disaat komputer kita mengalami crash ataupun gangguan lainnya, EASEUS Todo Backup juga dapat membantu kita untuk mengganti hard disk kita tanpa harus meng-install ulang sistem operasi computer kita. EASEUS Todo Backup dapat digunakan pada komputer yang memakai sistem operasi Windows 2000 professional, Windows XP, Vista, Windows 7 dan Windows Server 2000/2003/2008.

Mengembalikan Task Manager yang di-Disable oleh Virus dengan Task Manager Fix

Kamu mungkin pernah mengalami pesan error seperti gambar di bawah saat kamu mencoba untuk membuka Windows Task Manager, dengan menekan CTRL + ALT + DEL error berikut akan muncul :



Task Manager pada sistem operasi Windows dapat dinonaktifkan secara manual, tetapi lebih sering ini disebabkan telah dinonaktifkan oleh virus. Menonaktifkan Task Manager adalah salah satu cara virus mencoba untuk membuat lebih sulit bagi kamu untuk mengatasi infeksi mereka. Sebelum melanjutkan lebih jauh, kamu harus menjalankan scan lengkap dan up to date antivirus di komputer kamu. Kemungkinan besar komputer kamu telah terinfeksi virus.

Jika kamu mengklik kanan pada taskbar Windows, item Task Manager berwarna abu-abu, alias tidak bisa diklik kalau mouse pointer kita arahkan pada item tersebut. Lihat gambar di bawah adalah tampilan Task Manager yang udah keok ( hagz..hagz.. ) :



Apabila kamu tidak pernah melakukan perubahan apapun pada system di PC / laptop kamu, kemungkinan besar Task Manager dinonaktifkan oleh beberapa virus, spywares, trojans yang bisa jadi masuk melalui Flash Disk, file yang didownload mengandung virus dll.

Pengguna yang berpengalaman dapat dengan mudah mengaktifkan Task Manager dengan mengedit beberapa pengaturan registry pada system. Namun untuk mengedit registry bagi pengguna biasa/awam komputer tidak mudah dan sangatlah beresiko...


Tapi jangan panik bagi kamu yang masih tergolong awam, untuk itulah Task Manager Fix dirancang khusus untuk mengatasi masalah ini. Aplikasi yang relatif simpel dan praktis ini merupakan alat yang dirancang khusus buat pemulihan / mengaktifkan kembali Task Manager yang telah dinonaktifkan.

Optimasi Kinerja PC dengan TuneUp Utilities 2010



Pernah dengar Tune Up Utilities? Pastinya kebanyakan sudah tahu. Tapi yang belum tahu jangan khawatir, sedikit saya beri penjelasan secara sederhana yah? Tune Up Utilities adalah aplikasi buat mengoptimasi kinerja / performansi dari sistem operasi Windows kita agar dapat bekerja lebih optimal. Begitu.. Udah paham sekarang ? Contohnya gini nih, aplikasi ini digunakan untuk memeriksa/inspeksi ke dalam sistem pada PC kita. Nah dari pemeriksaan itu nantinya ada report (laporan) yang memberitahukan bahwa ada yang tidak beres dengan sistem, misalnya pada registry (gampangnya, sebut saja pengendali sistem), memeriksa file-file sampah yang bersifat sementara dan hanya menuh-menuhin ruang pada Hard Disk, memeriksa error pada Hard Disk dan masih banyak lagi fungsi yang lain.

Disinilah peran Tune Up Utilies, aplikasi ini akan membantu kita untuk membersihkan registry dari program yang sudah diuninstall, membersihkan file yang sudah nggak berguna lagi dan masih buanyaak fitur lainnya dah.... Jadi dari penjelasan tadi, bisa dirangkum kesimpulan begini, TuneUp Utilities akan mengoptimalkan kinerja PC kamu, memecahkan masalah dan membantu kamu dengan menyesuaikan komputer sesuai dengan kebutuhan kamu.


Dengan Tune Up Utilities, sistem pada PC akan bekerja lebih cepat, lebih nyaman dan lebih aman. Semua aspek penting dari konfigurasi sistem, keamanan, pembersihan dan perawatan dapat diakses melalui tampilan interface grafis modern. Direkomendasikan sebagai aplikasi untuk kinerja PC yang optimal. Ideal untuk pengguna dengan sistem operasi Windows XP, Vista dan Windows 7.


Fitur Unggulan dari TuneUp Utilities 2010 :

* Tampilan halaman awal : Layout Intuitif, memudahkan dalam penggunaan
* Menyediakan akses cepat dan mudah untuk optimalisasi fungsi yang paling penting
* Sebuah penilaian tunggal namun komprehensif dari PC kamu saat ini dan kinerja sistem secara keseluruhan
* Mampu melihat dan menyediakan ringkasan informasi sistem terperinci dala PC (sebenarnya di dalam Windows sudah ada)
* Tune Up Speed Optimizer : Memiliki fungsi yang sangat unggul, disesuaikan untuk semua tingkat pengguna, baik pemula maupun mahir
* Mudah dalam optimasi sistem, hanya dalam beberapa klik
* Mengidentifikasi program-program yang tidak terpakai lagi
* Tune Up 1-Click Maintenance : Otomatis, dengan optimasi yang cepat
* Mampu me-maintenance (pemeliharaan) dengan sekali-klik untuk fungsi yang paling penting dari PC kamu
* Membersihkan Windows registri
* Menghapus file temporary (file yang bersifat sementara; kebanyakan tidak berguna lagi) dan folder
* Meningkatkan kinerja sistem yang terintegrasi melalui defragmentasi. Defragmentasi har disk bertujuan untuk memperbaiki struktur file-file pada PC kamu yang penempatannya tersebar sehingga bisa meningkatkan kinerja sistem.
* Mampu me-restore (mengembalikan) file yang tidak sengaja terhapus. File yang dapat dikembalikan tidak hanya yang awalnya terdapat pada Hard Disk saja, namun juga file yang terdapat pada media penyimpanan lain seperti Flash Disk maupun Memory Card.


Peningkatan Fitur TuneUp Utilities 2010 :

* Tune Up System Control : Mendukung Opera
* Tune Up Uninstall Manager : pilihan untuk meng-uninstall aplikasi secara Intuitif
* Tune Up Startup Manager : Meningkatkan kecepatan start-up PC kamu
* Tune Up Styler : pilihan gaya PC untuk Windows Vista (32/64 Bit)
* Tune Up Registry Cleaner : keunggulan padapenelusuran secara mendalam terhadap registry
* Sempurna Dirancang untuk Sistem Operasi Windows
* Secara otomatis mendeteksi dan mengkonfigurasi untuk sistem operasi kamu
* Ideal untuk pengguna dengan sistem operasi Windows XP, Vista dan Win7 (32/64 bit)
* Dirancang untuk memanfaatkan fitur unik dalam setiap Sistem Operasi.


Tambahan fungsi :

* TuneUp Optimization Report (laporan dari hasil optimasi yang dilakukan dengan aplikasi ini)
* Undo perubahan (kembali ke settingan awal sebelum melakukan perubahan), apabila terdapat perubahan yang ternyata nggak sesuai yang diharapkan.
* Check update tambahan update buat penyempurnaan aplikasi ini
* Tampilkan informasi sistem pada PC
* Secara permanen menghapus data
* Edit registry secara aman. (untuk fitur ini, jangan lupa save registry terlebih dahulu)
* TuneUp System Control dengan tweaks yang lebih baik bahkan untuk Vista sekalipun

Berbagai Macam Penyebab Komputer Lambat dan Solusinya

Komputer kamu makin lama makin lambat / lelet / lemot seiring dengan waktu kamu menggunakannya?? Hal ini pastinya sangat menjengkelkan apalagi kita termasuk orang yang sehari-harinya tidak pernah lepas dari PC / Laptop untuk mendukung segala rutinitas pekerjaan kita. Baik itu bekerja untuk kantor, tugas-tugas ataupun aktifitas yang mengharuskan online di internet.

Komputer lemot pada dasarnya bisa jadi karena pengguna kurang memahami dalam mensetting dan memaintenance komputer secara optimal. Bila pada postingan sebelumnya saya menulis tentang Penyebab Komputer Restart Sendiri dan Solusinya, maka pada artikel kali ini akan dipaparkan berbagai macam penyebab komputer berjalan lambat berikut solusi / cara untuk mengatasinya.

Artikel kali ini khusus diperuntukkan bagi pemula dan tingkat menengah. Hehe.., jadi apabila anda kebetulan tingkat mahir yang kebetulan pula mampir dan sesekali cengar-cengir membacanya, sekalian saya mohon

Dari sisi hardware :

1. Processor yang terlalu panas - Prosessor yang terlalu panas biasanya karena kurang mendapat pendinginan yang baik sehingga dapat menyebabkan lambatnya kinerja system itu sendiri.

Solusi :
Kebersihan bagian hardware perlu mendapatkan perhatian khusus. Jangan hanya bisa menggunakan tanpa merawat daleman komputer, karena bagian-bagian tersebut yang menyebabkan komputer dapat bekerja dengan baik. Lakukan pembersihan secara berkala pada bagian dalam komputer dari debu, kotoran dll. Bersihkan dengan kuas yang tidak terlalu keras, bersihkan prosessor beserta kipas dan komponen lain. Perhatiakan pula exhaust fan dan ventilasi agar tidak tertutup sehingga sirkulasi udara berjalan baik.

2. Memory (RAM) yang karena terlampau kecil sehingga tidak mampu mendukung performa system - Memory yang terlampau kecil sangat mempengaruhi kinerja system komputer secara keseluruhan. Lambatnya komputer saat membuka dan menjalankan beberapa program pada saat bersamaan merupakan salah satu indikator memory yang kurang.

Solusi :
Tambahkan/upgrade memory menjadi lebih besar sehingga akan meningkatkan kecepatan komputer.

Dari sisi software :

1. Operating System (OS) dan Program terinstal tidak kompatibel dengan hardware - OS harus sesuai dengan kemampuan hardware, begitu pula program yang akan diinstal haruslah kompatibel dengan OS itu sendiri.
Solusi :
- OS harus sesuai dengan kemampuan hardware, begitu pula program yang akan diinstal haruslah kompatibe. Gunakanlah OS dengan versi yang sesuai dengan spesifikasi komputer. Sebagai contoh jangan menginstal Windows Vista pada pentium II.
- Bila mendownload aplikasi, terlebih dahulu perhatikan minimum system yang harus dimiliki komputer, seperti minimum processor, memory, kapasitas hard disk minimum yang harus tersedia, serta versi Windows yang kompatibel sebelum menginstalnya pada komputer kamu.

Tips : bagi kamu yang pemula biasakan membaca minimum system requirements (persyaratan sistem minimum) yang tertera pada cover CD/DVD program (atau biasanya ditemukan pada "read me" di dalam CD) maupun membaca petunjuk pada situs resmi pembuat software.

2. Visual Effect yang mempengaruhi performa system – Visualisasi dan tampilan desktop Windows secara default memang menggunakan themes yang menarik dan membuat tampilan desktop menjadi lebih keren. Tapi tahukah kamu sebenarnya themes tersebut akan mempengaruhi kecepatan komputer?

Solusi :
Untuk membantu mempercepat kinerja system, disarankan untuk mensetting visualisasi tampilan secara minimum dan memilih Theme Classic.
Caranya :
- Klik kanan My Computer -- > Klik Properties --> Klik Advanced System Settings



- Akan muncul System Properties --> pilih tab Advanced (untuk windows XP, saat klik properties akan langsung masuk ke System Properties).

- Pada tab Advanced, klik tombol Setting pada bagian Performance.



- Akan muncul Performance Options, pilih tab Visual Effects, lanjutkan dengan klik Adjust for Best Performance --> OK.



- Untuk mengubah menjadi theme classic klik kanan pada bidang desktop Windows 7 kamu. Kemudian pilih Personalize. Dari daftar Theme yang tampil, di bagian Basic and High Contrast Themes, pilih theme Windows Classic.



3. Terlalu banyak aplikasi program yang ikut dipanggil pada saat startup sehingga akan memperlambat proses ketika menyalakan komputer pertama kali. - Hal ini disebabkan karena pada saat kita menginstal suatu program, tidak membaca dengan cermat proses instalasi, sehingga terbiasa meng-klik "Next". Sebenarnya pada step by step proses instalasi ditanyakan apakah program tersebut diikutkan pada saat startup atau tidak. Padahal belum tentu kita pasti memerlukannya setiap kali menggunakan komputer bukan?

Solusi :
Mendisable startup yang tidak perlu pada Startup System Configuration.

Caranya :
- Pada Start Menu Windows klik Run (atau tekan tombol icon Windows + R), ketikkan msconfig --> Enter.
- Cari tab Startup, hilangkan centang semua program yang tidak diinginkan saat startup, kecuali program antivirus.
- Klik Apply, Ok, restart komputer.

Sebenarnya, artikel khusus untuk mempercepat start-up windows juga sudah pernah dituliskan, untuk melihat secara detail beserta gambar, silahkan baca di "Mempercepat Start-up Windows"

4. Drive tempat dimana Windows terinstal terlampau penuh - Akibatnya tidak cukup ruang pada hard disk untuk virtual memory sehingga komputer terasa lemot ketika menjalankan banyak aplikasi.

Solusi :
Drive tempat instalasi windows (misal drive C:/) harus disisakan minimal 12 % dari kapasitas hard drive. Simpanlah data-data pada hard disk selain drive C:/. Usahakan C:/ hanya untuk menginstall program-program.

Sistem operasi Windows menggunakan dua memori. Utamanya, Windows menggunakan RAM alias memori utama. Apabila memori utama telah habis dipakai, maka Windows akan membuat memori virtual yang diambil dari sisa kapasitas hard disk.


5. Terlalu banyak program terinstall sehingga total hardisk kepenuhan - Prioritaskan hanya menginstall program penting yang sering digunakan dan sebaiknya menyimpan data pada eksternal hard disk apabila kapasitas hard disk tidak memadai (berhubungan dengan point sebelumnya)

Solusi :
- Uninstall program yang tidak perlu.
- Nonaktifkan program bawaan windows yang tidak perlu dan tidak pernah digunakan karena program tersebut hanya akan memenuhi ruang hardisk. Caranya, masuk control panel, klik Add/Remove Windows Component. Cari program yang tidak perlu dan digunakan, misalnya game internet, MSN messenger, calculator, Internet Explorer (apabila lebih menyukai browser lain) dll.
- Hapus file sampah seperti temporary file, missing shortcut dan file-file pada recycle bin. Pastikan file yang memang tidak terpakai yang akan dihapus dari Recycle Bin. (untuk membersihkan file-file ini bisa menggunakan Tune Up Utilities, sudah pernah dituliskan disini).
- Bila ingin membuat agar komputer kamu dengan Office versi lama (Ms. Office 2003 dan sebelumnya) bisa membuka Office versi 2007 docx, pptx, xlsx, tapi hardisk kamu kebetulan menyisakan sedikit ruang tersedia, bisa menginstal converter dari microsoft. Artikelnya sudah pernah ditulis di blog ini beserta link downloadnya di sini.

6. Management file pada hard disk yang tidak teratur - Kebiasaan menempatkan file-file secara sembarangan dan proses hapus-tulis (copy sana-sini, pindah sana-sini) akan mempengaruhi kinerja system secara keseluruhan.


Solusi :
Defragment drive hard disk secara berkala (minimal 3 bulan sekali) tergantung pada pemakaian, kebiasaan proses hapus tulis dan kegiatan instal-uninstall program pada komputer.

Disk Defragmenter adalah utility Windows yang mengkonsolidasikan file yang mengalami fragmentasi di dalam hard disk komputer sehingga masing-masing file tersebut menempati suatu space tunggal didalam hard disk. Dengan file yang tersimpan rapi ujung ke ujung tanpa mengalami fragmentasi, maka akan dipastikan bahwa proses pembacaan dan penulisan file menjadi lebih cepat.
Caranya :
Klik Start --> All Programs --> Accessories --> System Tools --> Disk Defragmenter.
Pada kotak dialog Disk Defragmenter, klik Drive yang ingin dilakukan Defragment dan klik tombol Analyze. Setelah disk dianalisa, maka kotak dialog muncul untuk mengkonfirmasikan bahwa kamu akan melakukan proses defragmentasi drive. Windows akan memberitahukan pada kita apakah drive perlu di defragment atau tidak. Biasanya akan memerlukan waktu yang lama, maka dari itu pilih saat kamu santai dan sedang tidak memerlukan menggunakan komputer untuk bekerja.

7. Terlalu banyak membuka program – Nah penyebab ini yang paling parah, kebanyakan pengguna masih melakukan hal ini tanpa menyadarinya. Memaksakan membuka aplikasi berlebihan padahal RAM pas-pasan serta kapasitas sisa ruang hardisk sangat sedikit jelas-jelas memperlambat system keseluruhan.

Solusi :
Matikan aplikasi yang kiranya tidak diperlukan atau sementara dapat ditunda. Misalnya mengalah pada diri sendiri untuk mematikan winamp ketika sedang menjalankan aplikasi yang membutuhkan memory besar seperti aplikasi grafis adalah tindakan bijaksana.

8. Komputer terjangkit virus - virus pada system sangat mempengaruhi kinerja system dan otomatis memperlambat system secara keselurahan.

Solusi : Instal antivirus adalah wajib hukumnya dan harus dipastikan antivirus selalu terupdate. Lebih baik mencegah daripada memberangus setelah virus menyebar. Carilah referensi mengenai antivirus yang ringan dan sesuai untuk spesifikasi komputer kamu.

9. Error pada program - biasanya terjadi pada program yang pada saat dijalankan, komputer tiba-tiba mati atau pada saat instalasi terdapat file-file corrupt.

Solusi : Repair atau install ulang program dapat mengatasi masalah ini.

Cara Periksa Alamat IP pada Microsoft Windows

Ingin memeriksa alamat IP (IP address) di Microsoft Windows? Bagi kamu yang baru belajar mengenai computer & internet, khususnya mengenai jaringan / networking, sepertinya artikel berikut ini menjadi hal yang wajib kamu ketahui. Nah, langsung aja yuk.. ayo ikuti cara sederhana berikut.
IP (Internet Protocol) : alamat 32-bit yang digunakan untuk mengidentifikasi komputer desktop, notebook, router, switch atau perangkat jaringan lain dalam jaringan atau Internet. Alamat tersebut adalah alamat yang ditugaskan untuk kartu jaringan (network card) di komputer. Kamu untuk berkomunikasi dengan perangkat jaringan lainnya.

1. Klik Start pada menu windows, kemudian klik Run.
2. Kemudian ketik cmd dan klik OK.
3. Jendela Command prompt akan muncul seperti di bawah. Ketik ipconfig. Klik Enter.

Disini kamu dapat melihat IP Address kartu jaringan pada CPU/laptop, yang dalam hal ini yaitu 192.168.1.101. Selain itu akan menunjukkan Subnet Mask dan Default Gateway. Seperti yang dapat Kamu lihat di sini, Subnet Mask adalah 255.255.255.0 dan Default Gateway 192.168.1.1.



Catatan:

* Silakan baca informasi IP kamu dengan benar dengan mengidentifikasi kartu jaringan yang semestinya sedang terhubung saat ini. Sebagai contoh yang digunakan dalam gambar test tersebut diatas adalah menggunakan Laptop, dimana terdapat satu network card & satu wireless card.
* IP tersebut adalah IP address dalam jaringan dimana perangkat komputer pada saat itu sedang terhubung pada jaringan. Tidak ada IP ditampilkan untuk koneksi wireless karena memang tidak ada koneksi ke jaringan wireless.
* Jika kamu perlu memeriksa detail info jaringan yang meliputi server DNS dan fisik info alamat MAC, kemudian ketik ipconfig/ all.

Bagaimana, mudah bukan? Semoga bermanfaat...

Mengatasi Permasalahan Kegagalan Instal atau Repair Windows XP 34 Minutes

Solusi Kegagalan Instal / Repair Windows XP saat proses menunjukkan "34 minutes".

Pada saat ingin menuliskan artikel ini, saya sempat kebingungan mencari judul yang pas dan langsung kena (langsung kena = meminjam istilah toko komputer second "1 bal"). Kira-kira sudah tepat nggak yah?? Hehe.. Sebagai tambahan mungkin kiranya saya perlu tuliskan sedikit penjelasan tentang judul artikel kali ini.

Kalau dipaparkan lebih jauh judul artikel diatas maksudnya kira-kira begini : "Mengatasi permasalahan kegagalan instal ulang ataupun repair Windows XP, saat menunjukkan "34 minutes" - yang berarti proses instalasi tersisa tinggal 34 menit - tapi tidak menunjukkan perubahan menjadi 33 minutes atau lanjut ke proses berikutnya.

Wew, panjang banget kalau dijadikan judul yah? Ok, to the point saja...

Pengguna XP yang ingin me- repair windows ataupun menginstall ulang windows dengan CD Setup Windows barangkali pernah mengalami permasalahan komputer yaitu macetnya proses instal atau tidak ada kemajuan ketika setup menunjukkan "34 minutes" seperti gambar dibawah (admin: maap gan, gambar yang saya punya cuman ada menunjukkan 39 minutes, gpp kan?).

Apa masalah yang terjadi sehingga mengalami hal tersebut? Mungkin kamu yang pernah mengalaminya mengira kalau CD Setup Windows XP mengalami kerusakan seperti permukaan CD tergores sehingga pada saat menunjukkan 34 minutes, layar tidak menunjukkan perubahan berkurangnya waktu instalasi. Hal itu ternyata bukan penyebab dari macetnya proses instal tersebut, Kalaupun CD installer mengalami goresan, paling tidak proses instalasi akan gagal sebelum sampai disana (34 minutes).

Lalu apa penyebab dari permasalahan serta bagaimana solusinya? Sebenarnya solusinya relatif mudah. Hapus file sederhana yang



membuat instalasi Windows XP kamu terhenti.

Caranya? Ikuti langkah-langkah berikut : (Ingat !! Intinya adalah sabar dan pengendalian diri, hagz..hagzz... )

1. Restart komputer. Coba tunggu dan biarkan hingga setup Windows XP menunjukkan "34 minutes" lagi.
(Penjelasan : Disini penyebab macetnya instalasi Windows saat menunjukkan 34 menit adalah windows mencoba mengidentifikasi hardware yang menyebabkan masalah. Pada saat restart Windows setup akan otomatis mencoba melewati hardware yang bermasalah tersebut.)

2. Bila ternyata masih tidak menunjukkan ada kemajuan, sekali lagi restart komputer kamu. Namun kali ini, keluarkan terlebih dahulu CD setup Windows dari CD/DVD ROM kamu.

3. Biarkan Windows mengulang kembali proses instalasi, jangan memasukkan CD bila kamu diminta memasukkannya. Kali ini tekan Shift F10, maka keluarlah jendela command prompt. Ketikkan setupapi.log, kemudian tekan ENTER. Segera terbuka jendela notepad.

Pada notepad tersebut terdapat tulisan-tulisan, scroll ke bagian paling bawah. Carilah kata yang berakhiran dengan ".inf" (windows mencatat berupa info saat terakhir menciptakan file ekstensi ".inf" sebelum instalasi windows mengalami macet). Ini berarti bahwa perangkat hardware yang disebutkan dalam beberapa baris terakhir mengalami kerusakan. Dalam kasus yang saya alami, setup windows mengalami kegagalan instalasi modem dimana Windows XP menciptakan file bernama mdmcxpt.inf.

4. Untuk kasus kamu, identifikasi & ingatlah (catat) file yang berakhiran ".inf" pada notepad yang menunjukkan mengalami kegagalan instalasi pada Windows kamu. Setelah itu tutup jendela notepad tadi.

5. Delete/hapus file berekstensi ".inf" yang terkait dengan kerusakan hardware.
Caranya :

* Kembali ke command prompt, ketikkan del C:\windows\inf\mdmcxpt.inf (ganti file yang berwarna biru sesuaikan dengan file inf yang terkait dengan kerusakan yang telah dicatat tadi).
* Kemudian tekan ENTER. Windows akan mekonfirmasi perintah del (hapus) tadi dan segera menghapusnya.

6. Terakhir, masukkan kembali CD setup Windows kamu, dan restart komputer. Ulangi proses repair atau instal ulang. Windows dengan sendirinya akan melewati proses instalasi driver dari hardware yang mengalami kerusakan. Maka kali ini instal ulang / repair Windows XP akan lancar melewati proses "34 minutes" yang mengalami macet tadi.

7. Semoga berhasil...

Kamis, 02 Desember 2010

MEMBATASI BANDWIDTH TANPA SOFTWARE

Sharing koneksi internet atau Internet Connection Sharing adalah hal lazim dilakukan sekarang ini. Namun membagi koneksi internet ke beberapa komputer jelas menurunkan bandwidth yang kita terima dari Internet Service Provider (ISP) jika beberapa user secara bersamaan mengakses internet. Apalagi jika seorang user sedang mendownload file yang cukup besar. Misalkan sebuah film berdurasi 2 jam yang besarnya kira-kira 1 GB. Coba bayangkan jika satu koneksi internet kita bagi ke 10 PC dan semua pengguna PC tersebut sedang mendownload file yang besarnya 1 GB bisa lemot koneksi internet kita. Untuk itu, saya rasa perlu jika Anda membatasi bandwith koneksi internet pada setiap komputer.

Untuk membatasi bandwith koneksi internet, lazimnya kita menggunakan sebuah software bandwidth management yang mungkin tidak gratis dan berharga cukup mahal. Namun ada sebuah cara membatasi bandwidth koneksi internet sebuah komputer tanpa menggunakan software pada sebuah jaringan lokal (LAN) kita. Langkah-langkah yang kita gunakan hampir sama dengan cara mempercepat koneksi internet yang pernah saya tulis sebelumnya. Namun, ada sedikit perbedaan. Berikut langkah-langkahnya:

1. Klik Start »» Run dan ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter.
2. Pada jendela sisi sebelah kiri pilih Computer Configuration »» Administrative Template »» Network »» Qos Packet



3. Kemudian di sisi jendela sebelah kanan double click Limit Reservable Bandwidth



4. Pada jendela Limit Reservable Bandwidth tandai option Enable dan set Bandwidth limit menjadi 50 % atau nilai yang Anda inginkan. Semakin besar nilai yang Anda set maka semakin kecil bandwidth yang bisa digunakan komputer tersebut



5. Setelah seting Anda anggap sesuai click tombol OK dan tutup jendela Group Policy.

Agar setingan berpengaruh restart komputer. Kemudian cobalah untuk melakukan test terhadap kecepatan koneksi internet pada komputer tersebut. Jika Anda rasa masih cepat atau terlalu lambat, rubahlah setingan dengan mengikuti langkah-langkah tadi. Kemudian rubah nilai pada Bandwidth Limit menjadi lebih besar atau kecil tergantung dari kecepatan yang Anda inginkan. Setelah setingan Anda anggap pas. Barulah set komputer-komputer lainnya pada jaringan dengan seting yang sama atau seting yang berbeda pada Bandwidth Limit. Tentu saja dengan langkah-langkah yang sama seperti seting diatas.

Demikian sebuah cara membatasi bandwidth koneksi internet tanpa menggunakan software. Memang kurang efisien karena mesti menset satu-persatu komputer terutama pada jaringan yang besar. Namun pada jaringan skala kecil yang hanya terdiri dari 5-10 komputer saya rasa tidak cukup berat dilakukan. Lumayan untuk mengirit uang belanja software.

Selamat mencoba !